Agama adalah Nasehat

71 Pembaca

عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْم بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: للهِ، وَلِكِتَابِهِ، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Dari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasehat.” kamipun bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, dan untuk para pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin.” HR: Muslim.

Penjelasan

Tamim ad-Dari radhiyallahu ‘anhu dalam hadis tersebut menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam memberikan wejangan kepada para para sahabatnya tentang agama Islam ini, bahwa agama ini adalah nasehat, para sahabat yang hadir pada saat itu mendengar wejangan ini mereka bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk siapa nasehat itu, kemudian beliau menjelaskan bahwa nasehat itu adalah untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan untuk seluruh kaum muslimin.

Arti nasehat adalah ajakan atau anjuran yang diberikan kepada orang lain supaya orang tersebut melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan.

Lalu apa yang dimaksud nasehat untuk Allah, kitab-Nya, Rasulnya, para pemimpin kaum muslimin dan untuk kaum muslimin secara umum?

Maksud nasehat untuk Allah subhanahu wa ta’ala adalah beriman kepada-Nya, mentauhidkan-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, memahasucikan-Nya dari nama-nama dan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya kemudian menetapkan apa yang pantas bagi-Nya berdasarkan penjelasan dari al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, melaksanakan perintah-perintah-Nya, menjauhi larangan-larangan-Nya, tidak rela dengan kemaksiatan yang dilakukan oleh para pelaku maksiat dan ridho dengan ketaatan yang dilakukan oleh orang-orang yang melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Nasehat untuk kitab-Nya adalah mengimaninya, meyakininya sebagai kalamullah bukan makhluk, mencintainya, mengagungkannya, memuliakannya, membacanya dengan memperhatikan tajwidnya, mentadabburinya, menggali makna-maknanya, memahaminya, membenarkan semua kandungan isinya, melaksanakan ajaran-ajaran dan nasehat-nasehat yang terdapat didalamnya dan mengajarkannya kepada orang lain. 

Nasehat untuk Rasul-Nya semasa beliau masih hidup adalah dengan sekuat tenaga mengimaninya sebagai seorang nabi dan rasul, mentaatinya, melaksanakan perintah-perintahnya, menjauhi larangan-larangannya, menolong dan membantunya baik dengan tenaga maupun dengan hartanya dan mencintainya dengan setulus hati bahkan lebih mencintainya daripada mencintai keluarganya sendiri termasuk dirinya sendiri.

Sedangkan nasehat untuk Rasul-Nya setelah wafatnya adalah mengimaninya, membenarkan ajaran-ajarannya, mempelajari sunah-sunahnya melalui hadis-hadisnya, meneladani akhlak dan adabnya, mengagungkan dan melaksanakan perintah-perintahnya, meninggalkan larangan-larangannya, mengagungkan hadis-hadisnya, mencintai orang-orang yang melaksanakan sunah-sunahnya dan tidak rela dengan orang-orang yang beragama bukan berdasarkan sunah-sunahnya meskipun orang tersebut mengaku beragama islam, mencintai keluarganya, mencintai para sahabatnya dan lain-lain yang termasuk bagian dari nasehat untuk Rasulnya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nasehat untuk para pemimpin kaum muslimin adalah mentaatinya selama bukan dalam kemaksiatan, mencintai ketaatan kepadanya, mencintai arahannya dan mencintai keadilannya, senang jika umat bersatu di bawah kepemimpinannya dan benci perpecahan umat di bawah kepemimpinannya sehingga selalu berusaha untuk menyatukan umat dengan mengajak mereka untuk mentaatinya, membenci orang-orang yang berusaha memberontak dari kepemimpinannya, membantu mereka dalam melaksanakan kebenaran, mengingatkan mereka supaya melaksanakan kebenaran dan meninggalkan kemaksiatan, mengajak mereka untuk bersikap lemah lembut, mendoakan kepaikan kepadanya dan tidak keluar dari pemerintahannya.

Nasehat untuk seluruh kaum muslimin adalah mencintai kebaikan untuk mereka sebagaimana mencintai kebaikan untuk diri sendiri, membenci keburukan menimpa mereka sebagimana membenci keburukan menimpa diri sendiri, menyangi orang-orang yang lebih muda di antara mereka, menghormati dan memuliakan orang-orang yang lebih tua di antara mereka, sedih jika mereka tertimpa sesuatu yang menyedihkan sebagaimana sedih jika diri sendiri tertimpa sesuatu yang menyedihkan, ikut merasa gembira dengan kegembiraan yang mereka dapatkan sebagaimana diri sendiri gembira ketika mendapat kegembiraan meskipun dalam masalah dunia, menyukai kebaikan yang mereka peroleh, menyukai persatuan dan keakraban mereka, menyukai kenikmatan-kenikmatan yang mereka peroleh, membantu mengalahkan musuh mereka dan berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan semua perkara yang mengganggu  dan yang tidak mereka sukai, dan mengajak mereka untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta melarang mereka melakukan kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Mutiara hadis

  1. Kewajiban untuk berdakwah menyampaikan ilmu yang dimilikinya, sebagaimana yang dilakukan Tamim ad-Dari radhiyallahu ‘anhu menyampaikan ilmu yang diperoleh dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.
  2. Boleh bertanya kepada seorang guru tentang sesuatu yang belum diketahuinya.
  3. Nasehat ada lima macam yaitu nasehat untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin.
  4. Kewajiban untuk saling nasehat menasehati dalam kebenaran.
  5. Kewajiban untuk melaksanakan perintah Allah subhanhau wa ta’ala dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
  6. Kewajiban untuk mengimani, membaca mentadabburi dan melaksanakan kandungan al-Qur’an.
  7. Kewajiban untuk membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hadis-hadisnya serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Kewajiban untuk tunduk dan patuh kepada pemimpin selama tidak memerintahkan kepada kemaksiatan, mencintai mereka, bersatu di bawah kepemimpinannya dan tidak melakukan pemberontakan.
  9. Kewajiban untuk saling menyayangi diantara kaum muslimin, saling menghargai, saling menghormati, saling bahu membahu dalam kebaikan dan saling mengingatkan untuk taat kepada Allah subhanhau wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  10. Kewajiban untuk saling menjaga persatuan.

Yuk simak terus penjelasan-penjelasan seputar hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam…

insyaallah bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

jangan lupa terus menuntut ilmu…

Tinggalkan komentar