Fawaid Pertemuan Rutin

43 Pembaca

Masjid Pusat ICBB, Sabtu 01 maret 2023.

Lembaga tidak boleh mengandalkan person tapi wajib mengandalkan sistem, karena kemampuan dan umur orang sangat terbatas.

Regenerasi hendaknya selalu ada dan selalu dipersiapkan sebagai penerus untuk melanjutkan perjuangan dakwah melalui lembaga pesantren ICBB.

Kewajiban tepat waktu ketika hadir di pertemuan.

Memperbanyak mendulang pahala di lembaga ICBB.

Niatkan kegiatan di lembaga sebagai bentuk ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan kegiatan tersebut diniatkan ikhlas karena-Nya.

Kita harus selalu menyegarkan kembali visi misi kita untuk apa berada di lembaga ini.

Allah subhanahu wa ta’ala telah menentukan tujuan hidup kita di dunia ini secara global yaitu supaya beribadah kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. QS: az-Zariyat: 56.

Ibadah maknanya luas termasuk ketika bekerja adalah ibadah dan ibadah wajib dikerjakan ikhlas dan benar sesuai petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kita tidak boleh lupa orientasi hidup kita.

Kita wajib mengetahui posisi kita sebagai apa dan wajib melaksanakan posisi itu dengan sebaik-baiknya jangan sampai lalai dalam melaksanakan tugas kewajiban kita.

Ibadah adalah segala sesuatu yang meliputi semua perkara yang dicintai dan diridhoi Allah subhanahu wa ta’ala baik berupa perkataan dan perbuatan yang lahir maupun yang batin.

Kita harus menetapkan target dan tujuan dan berusaha mencapai target tersebut dengan baik tentu tetap wajib mengacu pada syari’at Islam.

Pekerjaan apapun yang dicintai dan diridhoi Allah subhanahu wa ta’ala termasuk ibadah dan bisa dijadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Kita harus mendiskripsikan dan menentukan indikator apakah yang kita kerjakan itu termasuk ibadah atau bukan dan setelah itu kita wajib menyelesaikannya dengan baik.

Pekerjaan sesulit dan seberat apapun hendaknya kita kita kerjakan secara maksimal dan selalu kita mohon pertolongan kepada Allah subhanahu wata’ala supaya menolong kita dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.

Kita hendaknya selalu mengingat kalimat khauqolah yaitu,

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِالله

Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.

Karena tanpa pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala kita tidak mampu mengerjakan apa-apa.

Kita hendaknya menjadikan diri kita sebagai pengawas bagi diri kita sendiri dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita.

Ramadhan adalah syahrul Qur’an, dibulan Ramadhan banyak terjadi peristiwa besar, seperti perang badar, fathu mekah, penaklukan andalusia dan kemerdekaan bangsa indonesia terjadi di bulan ramadhan.

Bulan Ramadhan bukan moment untuk bermalas-malasan tapi bulan ramadhan adalah bulan untuk berjuang dan bersemangat untuk meraih pahala-sebanyak-banyaknya.

Bulan Ramadhan adalah bulan untuk mencharger (mengeces) keimanan kita.

Bulan Ramadhan hendaknya digunakan untuk berupaya meraih kejayaan islam yang dulu pernah berkibar kurang lebih selama lima abad.

Jika kita menginginkan kembalinya kejayaan Islam kita harus berkomitmen untuk melaksanakan tugas-tugas kita dengan baik secara maksimal.

Abu Layla Turahmin, M.H.

Tinggalkan komentar