FIRMAN ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA

52 Pembaca

FIRMAN ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA

أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ.  (الأعراف:191-192)

“Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.” 191. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. 192. Qs:Al-A’rof: 191-192

Penjelasan ِAyat

            Dalam ayat yang mulia ini Allah subhanahu wata’la mengingkari peribadahan orang-orang musyrik arab dan orang-orang musyrik yang lainnya terhadap makhluk-makhluk (ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala) yang tidak bisa menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala yang sebelumnya mereka tidak ada, mereka tidak bisa menolong sesembahan-sesembahan mereka jika mereka meminta hal tersebut, bahkan mereka tidak bisa menolong diri mereka sendiri apabila ada yang menyerangnya dan itu adalah kelemahan yang  paling besar.            

Mutiara Ayat

  1. Penjelasan tentang kebodohan orang-orang musyrik.
  2. Penetapan lemahnya sesembahan-sesembahan orang-orang musyrik selain Allah subhanahu wata’ala dan secara akalpun mereka tidak pantas di sembah.

Hubungan Ayat dengan Bab

            Ayat ini menafikan adanya manfaat bagi sesembahan-sesembahan selain Allah subhanahu wata’ala dan hal ini mengandung batilnya peribahan terhadap mereka, termasuk juga batilnya orang-orang yang menjadikan selain Allah subhanau wata’ala sebagai tujuan seperti kuburan, pohon dan lain-lain.

Hubungan Ayat dengan Tauhid

            Ayat ini menunjukkan bahwa menujukan (peribadahan) kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala untuk mendatangkan manfaat atau menolak mudhorot adalah syirik.

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۚ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ  (فاطر:13-14)

Artinya: “Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. 13. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui. 14. (Qs:Fathir:13-14).

Penjelasan Ayat

            Allah subhanahu wata’ala mengabarkan kepada kita bahwa Dialah yang telah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, Dia menjadikan salah satunya lebih lama dari pada yang lain atau sebaliknya sesuai pergantian waktu yang telah di tentukankan oleh-Nya, Dia yang telah menundukan matahari dan bulan, yaitu dua buah (makhluk ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala yang bercahaya) yangtelah memberikan berbagai manfaat kepada manusia, dan Dia Zat yang kuasa melakukan (perbuatan) semacam itu tentu berhak atas tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah, bagaimana tidak?? Dialah Raja dari semua makhluk-Nya. Sementara semua sesembahan selain Allah subhanahu wa ta’ala tidak memiliki secuilpun bagian dari alam semesta ini, ia tidak mampu mendengar doa orang yang berdoa kepadanya, seandainya mereka mampu mendengarnya maka mereka tidak akan mampu mengabulkannya, bahkan pada hari kiamat kelak mereka akan mengingkari kesyirikan yang di tujukan kepadanya.  Dan  tidak ada yang bisa mengabarkan kepadamu tentang masalah ini  dengan ilmu dan amanah kecuali Zat yang maha mengetahuinya dan mengetahui betul kesudahannya yaitu Allah subhanahuwata’ala.

Mutiara Ayat

  1. Matahari adalah berjalan (pada garis edarnya) dantidak diam.
  2. Berhala tidak bisa mendatangkan manfaat dan menimpakan mudhorot sedikitpun kepada para penyembahnya di dunia ini maupun di kahirat kelak.
  3. Syirik adalah penyebab terjadinya permusuhan antara orang yang menyembah selain Allah subhanahu wa ta’ala dengan sesembahannya itu.
  4. Ilmu di ambil langsung dari sumbernya.

Hubungan Ayat dengan Bab

            Ayat ini menunjukkan bahwa sesembahan selain Allah subhanahu wa ta’ala tidak bisa mendatangkan manfaat dan tidak memiliki kemampuan apapun.

Hubungan Ayat dengan Tauhid

            Ayat ini menunjukkan bahwa berdoa kepada selain Allah adalah syirik.

و في الصحيح عن أنس قال: شج النبي صلى الله عليه وسلم يوم أحد كسرت رباعية فقال: ((كيف يفلح قوم شجوا نبيهم)) فنزلت:ليس لك من الأمر شيئ أو يتوب عليهم أو يعذبهم فإنهم ظالمون. (آل عمران: 128)

Pada waktu perang uhud Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam terluka di bagian kepalanya, gigi taringnya patah, lalu beliau bersabda: “Bagaimana mungkin suatu kaum yang melukai nabinya akan beruntung”. Kemudian turunlah firman Allah: 128. “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.” (Qs:Ali’imron:128)

Penjelasan Ayat

            Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu mengabarkan kepada kita bahwa ketika perang uhud Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam terluka di bagian kepala dan gigi taring beliau patah kemudian beliau menganggap hampir tidak mungkin orang-orang musyrik itu akan masuk islam disebabkan karena kedholiman dan permusuhan yang mereka lakukan, lalu Allah subhanahu wata’ala menurunkan ayat, “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu.” Ayat ini menjelaskan kepada beliau tentang langkah yang seharusnya belaiu tempuh. Dan masalah apakah mereka kelak akan bertaubat atau tidak, atau bahkan mereka akan menerima azab itu semua tergantung kepada Allah subhanahu wata’ala bukan tergantung kepada selain-Nya.

Mutiara Ayat

  1. Para nabi juga mengalami sakit (sebagaimana manusia yang lain) yang menunjukkan bahwa kedudukannya adalah sebagai manusia.
  2. Para nabi tidak bisa menetapkan apapun kecuali sebatas apa yang telah di taqdirkan oleh Allah subhanahu wata’ala kepada mereka, apalagi selain mereka?!
  3. Tidak ada yang mengetahui akhir kehidupan seseorang selain Allah subhanahu wa ta’ala.
  4. Taubat bisa menghapus dosa yang pernah dilakukan.
  5. Dholim adalah pnyebab timbulnya azab.

Hubungan Ayat dengan Bab

            Ayat ini menunjukkan bahwa para nabi adalah orang yang paling sholih, akan tetapi mereka tidak bisa mendatangkan manfaat dan mudhorot (kepada siapapun) lalu bagaimana dengan selain mereka,?!

وفيه عن ابن عمر أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم إذا رفع رأسه من الركوع في الركعة الأخيرة من الفجر يقول ((اللهم العن فلانا وفلانا)) بعد ما يقول سمع الله لمن حمده ربنا ولك الحمد فأنزل الله عز وجل  ((ليس لك من الأمر شيء)) و في رواية (يدعو علي صفوان بن أمية و سهيل بن عمرو و الحارث بن هشام)) فنزلت ((ليس لك من الأمر شيء))

                Dari Ibnu Umar rodhiyallahu anhuma beliau mendengar Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam apabila bangkit dari rukuk pada rekaat terakhir sholat subuh beliau berdoa:” Ya Allah laknatlah si fulan dan fulan”, Setelah beliau mengucapkan sami’allahu liman hamidah robbanaa walakalhamdu, lalu Allah subhanahu wata’ala menurunkan ayat, “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu”. Dalam riwayat lain beliau berdoa kejelekan atas Shofwan bin Umayyah, Suhail bin Amr dan al-Harits bin Hisyam. Maka turunlah ayat: “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu.”

Penjelasan Hadis

            Dalam hadis ini Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhuma mengabarkan kepada kita bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam apabila bangkit dari ruku’ pada rokaat terakhir sholat subuh, setelah beliau mengucapkan sami’allahu liman hamidah, beliau melaknat sebagian pembesar-pembesar musyrikin, ketika beliau mentakyin nama-nama sebagian dari mereka maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan ayat yang melarang hal tersebut, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah mengetahui dengan ilmu-Nya bahwa mereka kelak akan masuk islam dan akan bagus keislamannya.

Mutiara Hadis

  1. Imam sholat (ketika bangkit dari ruku’) mengucapkan sami’allahu liman hamdah dan robbana walakal hamdu.
  2. Di syariatkan qunut subuh jika memang di perlukan.
  3. Penetapan bahwa al-Qur’an di turunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan bukan makhluk.
  4. Penjelasan bahwa para nabi tidak memiliki manfaat maupun mudhorot dan tidak mengetahui perkara gaib.

Hubungan Hadis dengan Bab

            Ayat ini menunjukkan bahwa para nabi adalah orang yang paling sholih akan tetapi mereka tidak bisa mendatangkan manfaat dan mudhorot (kepada siapapun) lalu bagaimana dengan selain mereka,?!

Hubungan Hadis dengan Tauhid

            Hadis ini menjelaskan bahwa mendatangkan manfaat ataupun menolak mudhorot adalah khusus perbuatan Allah subhanahu wata’ala maka memintanya kepada selain-Nya adalah syirik.

Kesimpulan

            Ketiga orang yang di sebutkan dalam hadis ini yaitu Shofwan bin Umayyah, Haris bin Hisyam dan Suhail bin Amr akhirnya masuk islam.

وفيه عن أبي هريرة رضي الله عنه قال ((قام رسمل الله صلى الله عليه وسلم حين أنزل عليه (وأنذر عشيرتك الأقربين) فقال: يا معشر قريش أو كلمة نحوها- إشتروا أنفسكم لا أغني عنكم من الله شيئا و يا عباس بن عبد المطلب لا أغني عنك من الله شيئا و يا صفية عمة رسول الله صلى الله عليه وسلم لا أغني عنك من الله شيئا و يا فاطمة بنت محمد سليني من مالي ما شئت لا أغني عنك من الله شيئا))

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu berkata: “Ketika turun kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam ayat, “Dan berikanlah peringatan kepada keluargamu terdekat”. Kemudian beliau bangkit berdiri dan bersabda: “Wahai kaum qurois!! (atau kalimat yang senada dengan ungkapan ini) tebuslah diri kalian (dari azab Allah)! karena aku tidak bisa memberi manfaat sedikitpun (kepadamu) di hadapan Allah”, “Wahai Abbas putra Abdul Muthollib aku tidak bisa memberi manfaat sedikitpun (kepadamu) di hadapan Allah!”, “wahai Shofiyyah bibi rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam aku tidak bisa memberi manfaat sedikitpun (kepadamu) di hadapan Allah!”, wahai Fatimah puteri Muhammad (shollallahu ‘alaihi wasallam) mintalah harta kepadaku sesukamu! karena aku tidak bisa memberi manfaat sedikitpun (kepadamu) di hadapan Allah”. 

Penjelasan Hadis

Dalam hadis ini Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan kepada kita bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam ketika turun kepada beliau firman Allah “Berilah peringatan kepada keluarga dekatmu.” Kemudian beliau bangkit berdiri diantara kaumnya, beliau berkhutbah dan meminta kepada kaumnya agar membebaskan diri mereka sendiri dari azab Allah subhanahu wata’ala dengan melakukan ketaatan. Dan beliau (menjelaskan) bahwa ia tidak bisa menolak azab Allah subhanahu wa ta’ala sedikitpun (bagi orang yang diazab oleh Allah subhanahu wata’ala). Kemudian beliau memberi peringatan kepada keluarga dekatnya satu demi satu supaya mereka tidak tertipu dengan bergantung kepada kekerabatannya dengan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam.

Mutiara Hadis

  1. Al-Qur’an adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala yang di turunkan kepada Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bukan makhluk.
  2. Tidak ada yang bisa memberi manfaat kepada seseorang kecuali amal sholihnya.
  3. Batilnya bersandar kepada nasab agar terhindar dari azab Allah subhanahu wa ta’ala tanpa di iringi dengan amal sholih.
  4. Orang yang paling utama (mendapat kedekatan) dengan Rosulullah adalah orang yang selalu taat bukan karena kekerabatan.
  5. Boleh meminta sesuatu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perkara yang beliau mampu melakukannya semasa beliau masih hidup (tapi setelah beliau wafat hal itu tidak boleh dilakukan).

Hubungan Hadis dengan Bab

            Hadis ini menunjukkan bahwa para nabi tidak memiliki manfaat sedikitpun dan tidak pula bisa menimpakan mudhorot  kepada seseorang.

Hubungan hadis dengan tauhid

            Hadis ini menunjukkan bahwa mendatangkan manfaat atau menimpakan mudhorot adalah khusus perbuatan Allah subhanahu wata’ala maka memintanya kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala adalah syirik.

Abu Layla Turahmin. M.H.

Dialihbahasakan dari Kitab al-Jadid Syarah Kitab Tauhid.

Tinggalkan komentar