HIKMAH BERKURBAN

52 Pembaca

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Hikmah Berkurban

1. Menghidupkan sunah sayidina Nabi Ibrohin ‘alaihissalam

Berkurban termasuk salah satu bentuk menghidupkan sunah nabi Ibrohim ‘alaihissalam, Allah berfirman,

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴾ [النحل: 123] ﴿.

Kemudian kami wahyukan kepadamu supaya kamu mengikuti millah (agama) Ibrohim yang hanif (lurus) dan sekali-kali dia bukan termasuk orang-orang musyrik. An-Nahl: 123.

Penjelasan ayat:

Millah adalah agama

Millatu ibrohim adalah agama Nabi ibrohim ‘alaihissalam.

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam supaya mengikuti agama Nabi Ibrohim ‘alaihissalam dan ada dua pendapat tentang maksud diperintahkannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam supaya mengikuti agama Nabi Ibrohim ‘alaihissalam:

Pendapat pertama: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan untuk mengikuti semua ajaran agama Nabi Ibrohim ‘alaihissalam kecuali apa yang diperintahkan untuk ditinggalkan, ini adalah pendapat yang kuat.

Pendapat kedua: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan untuk mengikuti Nabi Ibrohim ‘alaihissalam dalam berlepas diri dari berhala dan beragama dengan agama islam, Pendapat Abu Ja’far ath-Thobari.

Dalam ayat ini ada dalil yang menunjukkan bolehnya seseorang mengikuti orang yang keduddukannya lebih rendah, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan Rasul yang paling mulia diperintahkan untuk mengikuti Nabi Ibrohim ‘alaihissalam disebabkan karena beliau telah lebih dahulu menyampaikan al-hak (kebenaran).

2. Belajar sabar dan patuh kepada perintah Allah subhanahu wa ta’ala.

Ketika kita mengingat kembali apa yang dialami Nabi kita Nabi Ibrohim dan Nabi Ismail ‘alaihimassalam betapa kokoh dan tunduknya mereka dalam melaksanakan perintah Allah subahnahu wa ta’ala dan kita melihat hasil akhir dari ketaatan dan kecintaannya kepada-Nya yang mampu mengalahkan kecintaannya kepada apapun selain Allah subhanahu wa ta’ala, dengan mengingat hal itu akan bisa menguatkan tekad kita dan semangat kita untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah subhanau wa ta’ala.

Allah subahanhu wa ta’ala berfirman:

فلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ * فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ * وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ * قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ * إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ * وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ * وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ * سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ * كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ * إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ. [الصافات: 102 – 111].

Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” 102.  Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah), 103. Kami memanggil dia, “Wahai Ibrahim, sungguh, 104. engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. 105. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.106. Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar. 107. Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian, 108. “Salam sejahtera atas Ibrahim.”109. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. 110. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin. 111.

3, Menyenangkan hati keluarga, karib kerabat, tetangga, teman dan fakir miskin

Kurban bisa memperkuat kelembutan dan cinta diantara sesama kaum muslimin dan hal itu termasuk perkara yang diperintahkan terlebih lagi di waktu yang penuh berkah ini, dengan berkurban akan menyenangkan hati keluarga, karib kerabat, tetangga, teman dan fakir miskin yang mendapatkan bagian dari daging kurban yang kita berikan kepada mereka.

4. Sebagai bentuk syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada kita sangat banyak sekali tidak bisa dihitung, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا ﴾ [إبراهيم: 34] ﴿

“Dan jika kamu hendak menghitung nikmat Allah maka kamu tidak akan mampu menghitungnya”. Ibrohim: 34.

Ayat ini terbukti kebenaran bahwa kita tidak mampu menghitung nikmat-nikmat Allah subhanahu wa ta’ala  yang telah diberikan kepada kita Seperti, nikmat iman, nikmat ketaatan, nikmat pendengaran, nikmat penglihatan, nikmat harta, nikmat anak dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semua nikmat tersebut wajib disyukuri supaya nikmat-nikmat itu kekal ada pada diri kita dan salah satu cara mensyukuri nikmat-nikmat tersebut adalah berinfak di jalan Allah subhanahu wa ta’ala dan berkurban merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada-Nya.

5. Tunduk dan patuh kepada perintah-perintah Allah dan praktik sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dengan berkurban berarti kita termasuk tunduk dan patuh kepada perintah-perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan juga mempraktekkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban untuk dirinya, keluarganya dan umatnya dengan dua ekor gibas (domba) yang bertanduk, diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih hewan kurbannya dua ekor gibas (domba) yang gemuk dan bertanduk di Madinah”. HR: Bukhori dalam kitab shohih bukhori.

Abu Layla Turahmin, M.H.

Kamis, 15 juni 2023, jam 13.10

Pesantren Bin Baz.

Referensi:

  1. Al-Qur’an kemenag https://quran.kemenag.go.id/
  2. https://www.alukah.net/spotlight/0/27277/حكمة-مشروعية-الأضحية/  
  3. https://mawdoo3.com/الحكمة_من_ذبح_الأضحية

Tinggalkan komentar