ISTI’ADZAH KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK

50 Pembaca

ISTI’ADZAH KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK

وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ (الجن:6)

Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari (kalangan) manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin sehingga mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat. QS:Jin: 6.

Penjelasan Ayat

            Dalam ayat yang mulia ini Allah subhanahu wata’la mengabarkan kepada kita bahwa ada sebagian orang-orang laki-laki dari kalangan manusia yang bersandar kepada orang-orang laki-laki dari kalangan jin untuk mendapatkan perlindungan jika mereka sedang merasa takut dari para pengikutnya, sehingga dengan demikian semakin bertambah-tambah kesombongan jin tersebut terhadap manusia dan semakin hinalah manusia di hadapan mereka.

Mutiara Ayat

  1. Haram beristighotsah kepada selain Allah subhanahu wata’ala.
  2. Orang yang berlindung kepada selain Allah subhanahu wata’ala maka Allah subhanahu wata’ala akan menghinakannya.
  3. Penetapan adanya jin dan jin terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Hubungan Ayat dengan Bab

Ayat ini menunjukkah haramnya beristi’adzah (mohon perlindungan) kepada selain Allah subhanahu wata’ala, jadi isti’adzah adalah ibadah dan memalingkan ibadah kepada selain Allah subhanahu wata’ala adalah syirik.

و عن خولة بنت حكيم قالت سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ((من نزل منزلا فقال: أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق لم يضره شيء حتى يرحل من منزله ذالك)) رواه مسلم

            Artinya: dari khaulah binti hukaim rodhiyallahu ‘anha berkata: Aku mendengar Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang singgah di suatu tempat lalu berdoa, “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah subhanahu wata’ala yang sempurna, maka tidak akan ada yang bisa membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu”. HR: Imam muslim

Penjelasan Hadis

            Khaulah binti hukaim radhiyallahu ‘anha mengabarkan kepada kita bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam menyunahkan bagi kaum muslimin isti’adzah ini, sebagai ganti dari isti’adzah kepada jin  dan makhluk  yang lain. Dan beliau menghabarkan bahwa barangsiapa yang beristi’adzah dan berpegang teguh dengan kalimat-kalimat Allah subhanahu wata’ala yang sempurna lagi suci  dari segala macam kekurangan, sehingga Allah subhanahu wata’ala akan menjaganya dari segala macam kejelekan makhluk yang memiliki kejelekan sampai ia berpindah dari tempat tersebut.

Mutiara Hadis

  1. Penjelasan tentang barokahnya doa ini.
  2. Al-qur’an adalah kalamullah yang diturunkan (kepada nabi muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam) dan bukan makhluk.
  3. Tidak boleh  beristi’adzah (memohon perlindungan) kepada selain Allah subhanahu wata’ala atau kepada selain sifat-sifat-Nya.
  4. Penjelasan adanya isti’adzah yang disyar’iatkan.
  5. Penjelasan kesempurnaan al-Qur’an.

Hubungan Hadis dengan Bab

          Hadis ini menunjukkan haram hukumnya beristi’adzah kepada selain Allah subhanahu wata’ala atau selain sifat-sifat-Nya, jadi isti’adzah adalah ibadah dan memalingkan ibadah kepada selain Allah subhanahu wata’ala adalah syirik. (Hadis ini menunjukkan haramnya beristi’adzah kepada selain Allah atau kepada selain sifat-sifat-Nya, jadi isti’adahzah adalah ibadah maka tidak boleh memalingkan ibadah kepada selain Allah karena termasuk syirik).

Abu Layla Turahmin, M.H.

Dialihbahasakan daru Kitab al-Jadid Syarah Kitab Tauhid.

Tinggalkan komentar