Semua yang Diperintahkan Pasti Bermanfaat

42 Pembaca

Fawaid Ta’lim
Masjid SUTQ Jamilurrohman Bin Baz 2
Selasa 28 maret 2023/06 Ramadhan 1444, Jam 17.22.

Pengajian Menjelang Berbuka Puasa

Bersykur kepada Allah subhanahu wa ta’ala .

Hendaknya sesama muslim saling nasehat menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

Kaidah fiqih ke sebelas

فكل أمر نافع قد شرعه وكل يضرنا قد منعه

Semua perkara yang bermanfaat telah Allah syari’atkan

Dan semua yang memudhorotkan kita telah Allah melarang.

Semua perkara yang disyari’atkan baik dalam al-Qur’an maupun dalam as-Sunnah pasti bermanfaat.

Manfaatnya itu ada yang bersifat murni manfaat tanpa ada mudhorotnya sama sekali dan ada yang manfaatnya itu terdapat mudhorot akan tetapi mudhorotnya kecil dan manfaatnya lebih besar.

Manfaat ada yang nampak jelas dan bisa diketahui semua orang dan ada manfaat yang awalnya tidak diketahui semua orang hanya diketahui sebagian orang akan tetapi akhirnya nampak dan diketahui semua orang.

Semua syari’at yang ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala pasti bermanfaat dan setiap yang bermanfaat pasti disyari’atkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Setiap muamalah yang dusyari’atkan pasti bermanfaat.

Setiap adat atau kebiasaan yang diperbolehkan oleh syari’at pasti bermanfaat bagi manusia bahkan semua tata krama yang ada di masyarakat yang tidak bertentangan dengan syari’at itu pasti bermanfaat.

Seperti, permisi ketika lewat di depan orang tua, tepo sliro terhadap orang tua, pernikahan dan lain-lain.

Apalagi ibadah-ibadah yang disyari’atkan tentu manfaatnya sangat banyak, seperti shalat lima waktu, berbakti kepada orang tua, silaturrahmi, ziaroh, menunaikan amanah dan lain-lain.

Menjaga amanah sangat penting terutama bagi para guru, jika para guru bersifat amanah maka akan melahirkan generasi-generasi yang amanah dan akan membuat negara menjadi negara yang para penduduknya amanah.

Pemimpin adalah gambaran masyarakat.

Kita hendaknya saling bersinergi di atas kebaikan dan kebaikan maknanya sangat luas, yaitu mencakup kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat, karena kebaikan atau al-biru tersusun dari huruf ba dan ro yang artinya kebaikan yang sangat banyak mencakup semua kebaikan.

Membantu orang-orang yang lemah.

Pertama yang dibangun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika tiba di madinah adalah masjid, kemudian setelah itu beliau membangun persaudaraan diantara kaum muhajirin dan anshor, lalu beliau membuat piagam madinah.

Karena pada saat itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tinggal di madinah bukan hanya hidup dengan para sahabat saja tapi juga berdampingan dengan orang-orang yahudi, nasrani dan orang-orang musyrik sehingga untuk membentuk negara yang kuat dibuat piagam tersebut.

Kita hendaknya memiliki perhatian terhadap orang-orang disekitar kita dengan membantu orang-orang yang lemah ataupun orang-orang miskin.

Tolonglah orang-orang yang lemah sebab kita ditolong dengan sebab orang-orang lemah tersebut.

Berikan bantuan kepada mereka sebelum mereka meminta, berikan bantuan tenaga, harta ataupun bantuan -bantuan yang lain.

Semua perkara yang menimbalkan mudhorot dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Mudhorot adakalanya langsung bisa kita rasakan atau bisa kita prediksikan madhorot itu kemungkinan besar akan terjadi.

Semua kemadhorotan dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala baik mudhorot yang berkaitan dengan akal, fisik, masyarakat maupun agama.

Riba dilarang karena menimbulkan mudhorot meskipun ada manfaatnya akan tetapi mudhorotnya jauh lebih besar.

Manfaat riba yaitu ketika seseorang berhutang yang berriba masalah yang dihadapai pada saat itu akan bisa terselesaikan akan tetapi mudhorotnya sangat besar karena hutang tersebut akan menjadi semakin banyak dan semakin besar bahkan bisa mencekik orang yang berhutang tersebut.

Kadang sampai ada orang yang menghutangi orang lain ketika orang tersebut tidak bisa membayar ia menghutangi kembali orang tersebut untuk membayar hutang yang sebelumnya dan ada bunganya sehingga hutang tidak terlunaskan akan tetapi hutang tersebut semakin menumpuk.

Judi juga dilarang meskipun ada manfaatnya akan tetapi mudhorotnya jauh lebih besar.

Intinya semu perkara yang menimbulkan mudhorot baik mudhorotnya itu bisa dirasakan langsung ataupun bisa diprediksikan pasti terjadi itu dilarang dalam syari’at Islam.

Mudhorot terkadang tidak dirasakan oleh semua orang tapi hanya dirasakan oleh orang-orang tertentu.

Seperti orang yang terkena penyakit gula atau kencing manis maka gula meskipun halal tapi haram bagi orang tersebut karena bisa menimbulkan mudhorot baginya, dengan catatan penyakit tersebut disampaiakan oleh dokter yang terpercaya, karena kalau diterjang akan menimbulkan mudhorot baginya, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ

janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan. QS: al-Baqarah: 195.

Perangkum

Abu Layla Turahmin

Tinggalkan komentar