# Kerjakan Semampunya #

59 Pembaca

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهَ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ؛ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ) رَوَاهُ اْلبُخَارِي وَمُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shohr radhiyallahu ‘anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Apa saja yang aku larang untuk kalian maka jauhilah, dan apa saja yang aku perintahkan untuk kalian maka kerjakanlah semampu kalian, karena sesungguhnya sesuatu yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan dan penyelisihan mereka terhadap nabi-nabi mereka.” HR: Bukhori dan Muslim.

Penjelasan

Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu yang bernama Abdurrahman bin Shohr dalam hadis ini sebuah perkara yang sangat penting yang langsung dia dengar dari Rasulullah shallalahu ’alaihi wa sallam yaitu supaya meninggalkan semua perkara yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa terkcuali dan melaksanakan perintah sebatas kemampuan yang dapat dikerjakan, kemudian beliau menyampaikan bahwa penyebab kebinasaan orang-orang jaman dahulu adalah karena terlalu banyak bertanya dan terlalu sering menyelisihi nabi-nabi mereka.

Penyebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan hadis tersebut adalah ketika beliau meyampaikan perintah kepada para sahabat supaya melaksanakan haji, ada salah seorang di antara mereka yang bertanya kepada beliau apakah haji itu dilaksanakan setiap tahunnya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak langsung menanggapinya, namun orang itu mengulangi pertanyaannya sampai tiga kali, sehingga beliau sampai mengatakan, “Kalau saya jawab iya, berarti hukumnya wajib (setiap tahunnya) dan kalian tidak akan sanggup melakukannya”. 

Kemudian beliaumemberikan arahan kepada mereka supaya mencukupkan dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak perlu banyak bertanya dengan mencari rincian dari apa yang beliau sampaikan. Seperti perintahnya untuk berhaji cukuplah dilaksanakan sekali sebagimana perintahnya untuk berhaji, beliau hanya memerintahkan supaya berhaji tanpa menentukan setiap tahunnya, sehingga tidak perlu bertanya apakah setiap tahun ataukah tidak, karena kalau sampai Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab “iya setiap tahun” maka haji itu hukumnya wajib dilaksanakan setiap tahunnya dan itu akan sangat memberatkan, karena kewajiban haji sekali saja seumur hidup tidak semua orang mampu melaksanakannya, apalagi kalau sampai setiap tahun diwajibkan tentu sangat tidak mampu untuk dilaksanakan.

Setelah itu beliau menegaskan larangan terlalu banyak bertanya dengan mengabarkan bahwa kebinasaan orang-orang jaman dahulu adalah disebabkan mereka terlalu banyak bertanya dan terlalu sering menyelisihi nabi-nabinya, sebagaimana yang dilakukan oleh bani Israil ketika diperintahkan untuk menyembelih seekor sapi, andaikata mereka langsung melaksanakannya tanpa banyak bertanya tentau sapi apa saja yang mereka dapatkan bisa digunakan untuk melaksanakan perintah nabinya yaitu Nabi Musa ‘alaihissalam. Namun mereka justru mempersulit diri mereka sendiri dengan menanyakan jenis sampai tersebut sampai masalah umur dan warnanya bahkan mereka ingin memperjelas lagi sebab menurut mereka belum begitu jelas sapi yang dimaksud meskipun sudah disebutkan umur dan warnanya, sehingga akhirnya Allah subhananahu wa ta’ala pun memperberat jenis sapi yang harus mereka sediakan, dan akhirnya merekapun kesulitan untuk mendapatkan sapi yang dimaksud meskipun akhirnya mendapatkannya juga tapi dengan susah payah dan harga yang sangat mahal.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin supaya umatnya tidak terjebak dalam kesulitan sebagaimana yang dialami oleh umat-umat terdahulu yang terlalu banyak bertanya kepada nabi-nabi mereka.

Beliau hanya memerintahkan supaya umatnya meninggalkan semua perkara yang dilarangnya tanpa terkecuali karena meninggalkan larangan itu sangat mudah tanpa membutuhkan tenaga dan biaya sekaligus menunjukkan bukti ketundukannya kepada beliau. Berbeda dengan melaksanakan perintahnya, kadang melaksanakan perintah membutuhkan tenaga dan biaya yang banyak sehingga beliau berpesan supaya melaksanakan perintahnya semampunya saja. Perintah yang wajib, wajib dilaksanakan sesuai kemampuan yang dimilikinya demikian juga perintah-perintahnya yang sunah laksanakan sesuai kemampuannya tanpa harus memberat-beratkan diri. 

Sedikit tambahan supaya tidak terjadi salah paham dari larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk terlalu banyak bertanya, larangan tersebut bukan berarti tidak boleh bertanya sama sekali, tetap boleh bertanya apalagi pertanyaan-pertanyaan penting yang dibutuhkan untuk diketahui jawabannya, namun jangan terlalu banyak bertanya terlebih pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya tidak dibutuhkan atau hanya sekedar untuk menguji orang yang ditanya saja.

Mutiara Hadis  

  1. Perintah untuk tunduk dan patuh melaksanakan perintah-perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meninggalkan larangan-larangannya.
  2. Perintah untuk berpegang teguh dengan sunah-sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik perkataan, perbuatan maupun ketetapan-ketetapannya.
  3. Sunnah merupakan sumber dasar hukum syari’at Islam yang kedua setelah al-Quran.
  4. Dalam masalah ibadah harus menunggu dalil yang memerintahkannya terlebih dahulu, jadi tidak boleh melakukan ibadah kecuali jika ibadah tersebut ada perintahnya nya dari al-Qur’an dan Sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam .
  5. Perintah untuk meninggalkan semua perkara yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena meninggalkan perintah itu sangat ringan tanpa tenaga dan biaya.
  6. Perintah untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebatas kemampuan yang dimilikinya.
  7. Larangan terlalu banyak bertanya terlebih pertanyaan-pertanyaan yang tidak bermanfaat atau malah pertanyaan-pertanyaan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
  8. Penyebab kebinasaan umat adalah karena terlalu banyak bertanya dan sering menyelisihi Nabinya.
  9. Hadis tersebut menunjukkan bahwa agama Islam adalah agama yang mudah dan tidak memberatkan umatnya.
  10. Hadis tersebut menunjukkan kasih sayang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya.

Yuk lanjut terus membacanya…

semakin sering membaca semakin bagus.

Tinggalkan komentar