MENJADI ORANG YANG PALING TERBAIK

111 Pembaca

ORANG YANG PALING BAIK

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا ومِنْ َسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

قال الله تعالى في القرآم الكريم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً.

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٍ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٍ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِيْ النَّارِ.

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah melimpahkan nikmat-nikmat-Nya kepada kita semua, terutama nikmat iman, dan nikmat Islam, yang merupakan nikmat terbesar yang diberikan kepada kita, dan tidak semua orang diberikan nikmat tersebut, karena Allah subhanahu wa ta’ala hanya memberikannya kepada orang-orang yang dicintai-Nya. Kedua nikmat ini harus kita jaga dengan baik dan tidak boleh kita tukar dengan apapun yang ada di dunia ini hingga ajal menjemput kita.

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan supaya kita bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada kita, hendaknya kita tunduk dan patuh kepada-Nya dengan benar-benar bersyukur kepada-Nya dan jangan sampai kita kufur terhadap nikmat-nikmat tersebut. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Ibrahim: 7,

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Jika kamu bersyukur (atas nikmat-nikmat yang telah Aku berikan kepadamu) maka Aku akan menambah kenikmatan-kenikmatan itu, akan tetapi apabila kamu ingkar (kufur) maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih.” (QS: Ibrohim:7).

Dalam surat an-Nahl ayat: 18, Allah berfirman,

وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا

“Dan jika kamu menghitung kenikmatan-kenikmatan Allah maka kamu tidak akan sanggup untuk menghitungnya.” (QS: An-Nahl:18).

Ayat ini menegaskan kepada kita semua bahwa nikmat-nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah diberikan kepada kita sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya, bahkan kita tidak akan mampu untuk menghitungnya dengan alat apapun, hal ini lebih menegaskan kepada kita supaya kita benar-benar dan bersungguh-sungguh dalam bersyukur kepada-Nya jangan sampai kita menjadi orang-orang yang ingkar.

Shalawat serta salam kita haturkan kepada baginda Nabi kita yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pembahasan yang sangat penting yang berkaitan dengan tema “Menjadi Orang yang Paling Baik“. setiap orang tentu ingin menjadi orang yang baik atau bahkan paling baik dan menempati derajat tertinggi, hal ini tentu merupakan sebuah keinginan yang normal dan wajar bahkan Allah subhanahu wa ta’ala sendiri dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kaum muslimin supaya menjadi orang yang paling baik, paling bermanfaat dan paling tinggi derajatnya, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al-Muthoffifin ayat ke 26 dan memerintahkan supaya kaum muslimin berlomba-lomba untuk mendapatkan kebaikan yang sangat besar di surga,

وَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنٰفِسُوْنَۗ. سورة المطففين: 26

Untuk (mendapatkan) yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. QS: Al-Muthoffifin: 26.

Demikian juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita supaya jika berdoa meminta surga supaya meminta surga tertinggi yaitu surga Firdaus sebagaimana dalam sabdanya,

فإذا سألتم الله فسلوه الفردوس فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ، وَأَعْلَى الْجَنَّةِ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ. أخرجه البخاري: 2700، الرقم: 6987

“Maka apabila kamu meminta kepada Allah mintalah surga firdaus, sebab Firdaus adalah surga paling tengah dan paling tinggi, di atasnya ada singgasana Ar-Rahman dan darinya sungai surga memancar”. HR: Bukhori, Hal: 2700. Nomer: 6987.

Jadi ketika kita ingin menjadi orang yang paling baik dan selalu berusaha untuk menjadi orang yang terbaik itu tidak mengapa dan sangat dianjurkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun perlu diingat bahwa menjadi orang terbaik dalam pandangan Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan dalam masalah dunia tapi dalam masalah akhirat untuk meraih derajat tertinggi di surga. meskipun kita juga boleh menjadi orang yang berkedudukan tinggi di dunia ini akan tetapi kedudukan tersebut hendaknya dijadikan sebagai sarana untuk meraih kebaikan akhirat.

Dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjelaskan tentang orang yang paling baik, mereka adalah orang-orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya, sebagaimana yang terdapat dalam hadis yang sudah masyhur, beliau bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ. أخرجه البخاري: 1919، الرقم: 4739

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” HR: Bukhori: 1919, No: 4739.

القرآن: كلامُ اللهِ تعالى المُنزَّل على نبيه مُحمَّدٍ صلى الله عليه وسلم، المُعْجِز بلفْظه ومعناه، المُتعبَّدُ بتلاوته، المنقول إلينا بالتواتر، المكتوب في المصاحف من أَوَّلِ سورة الفاتحة إلى آخِرِ سورة الناس، والقرآن تكلم به الرب سبحانه وسمعه منه جبريل عليه السلام وبلغه إلى محمد عليه الصلاة والسلام

“Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, lafad-lafadz dan maknanya berupa mukjizat, dinukilkan kepada kita secara mutawatir, termaktub dalam mushaf dari surat al-fatihah sampai surat an-nas, Al-Quran adalah Allah subhanahu wa ta’ala yang berfirman dan didengar oleh Malaikat Jibril kemudian disampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam”,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa orang yang paling baik bukanlah orang yang paling tinggi jabatannya, bukanlah orang yang paling banyak hartanya dan bukan pula orang yang paling tinggi nasabnya, tapi orang yang paling baik adalah orang-orang yang mau mempelajari Al-Qur’an dan mau mengajarkannya kepada orang lain.

Dalam hadis ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa orang yang paling baik adalah orang-orang yang mau mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an meliputi: mempelajari dan mengajarkan ilmu tajwid, ilmu qiroah, tadabbur ayat-ayat Al-Quran, mempelajari dan mengajarkan arti lafadz-lafadznya, tafsirannya dan lain-lain yang berkaitan dengan Al-Qur’anul karim.

Dalam hadis itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa orang yang paling baik bukanlah orang yang paling tinggi jabatannya, bukanlah orang yang paling banyak hartanya, bukan orang yang paling luas tanahnya dan bukan pula orang yang paling tinggi nasabnya, tapi orang yang paling baik adalah orang-orang yang mau mempelajari Al-Qur’an dan mau mengajarkannya kepada orang lain.

Siapapun anda, anda bisa menjadi orang yang paling baik.

Kemungkinan untuk menjadi orang yang paling baik ini berlaku bagi siapa saja tanpa pandang bulu, baik orang itu orang berpangkat seperti, presiden, para menteri, gubernur, wali kota, bupati, Pak Camat Pak Lurah, Pak Rw, dan Pak Rt atapun para pedagang, para pebisnis, para pengusaha, para petani, dan profesi apapun bahkan semua orang entah anak kecil, anak muda atau orang tua mereka semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi orang paling baik, yang penting mau berusaha dan mau melakukan apa yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. yaitu mau mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya kepada orang lain.

Selama mereka mau mempelajari Al-Qur’an dan mau mengajarkannya kepada orang lain, mereka semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi orang yang paling baik.

Karena konsep untuk menjadi orang yang paling baik adalah mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya. Maksud mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

Mempelajari dan mengajarkan huruf-huruf Al-Qur’an.

Belajar membaca Al-Qur’an dan mengajarkan cara membacanya.

Mempelajari ilmu tajwid dan mengajarkannya.

Menghafalkan al-Quran dan mengajarkan orang lain supaya menghafal Al-Quran.

Mepelajari arti kosa kata yang ada di dalam al-Qur’an dan mengajarkannya.

Mempelajari tafsir ayat-ayat al-Qur’an dan mengajarkannya.

Mempelajari cara beristimbath (berdalil) dengan al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.

Mengamalkan kandungan AlQur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.

Kewajiban mengajarkan al-Qur’an juga berdasarkan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini,

بَلِّغُوا ‌عَنِّي ‌وَلَوْ ‌آيَةً. رواه البخاري: 1275، الرقم: 3274

“Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat.” HR: Bukhori, Hal: 1275, No: 3274.

Mempelajari dan mengajarkan al-Quran selain mendapat kedudukan menjadi orang yang paling baik, juga mendapatkan pahala yang sangat besar, hanya dengan membacanya saja setiap huruf yang dibaca bernilai satu kebaikan dan setiap satu kebaikan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini,

عن بن مسعودٍ يقولُ: قال رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “‌من ‌قَرأ ‌حَرْفًا ‌من ‌كِتابِ ‌اللهِ، ‌فله به حسنة، والحسنة بعشر أمثالها، لا أقول الم حرف ولكن ألف حرف، ولام حرف، وميم حرف، أخرجه الترميذي: الصفحة: 175، الرقم: 3135 ‌

Dari Ibnu Mas’ud berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Quran) maka ia mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali lipat, Aku tidak mengatakan ali laam miim atu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. HR: Tirmidzi, Hal: 175, Nomer: 3135.

Oleh karena itu marilah kita bersemangat untuk mempelajari dan mengajarkan Al-Quran kepada orang lain supaya mendapat pahala yang sangat besar dan bisa meraih kedudukan yang tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta’ala dengan menjadi orang yang paling baik, semakin sering dan semakin mendalam dalam mepelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya akan semakin tinggi kedudukan kita dan semakin menjadi orang yang semakin paling baik.

Demikian sedikit penjelasan tentang Menjadi Orang yang Paling baik semoga bermanfaat dan dijadikan sebagai pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat kelak, mohon maaf apabila ada kekurangan atau kesalahan semoga diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Amin

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abu Layla Turahmin, M.H.

Rabu, 20 Maret 2024/09 Ramadhan 1445.

Tinggalkan komentar