MENYEMBELIH UNTUK SELAIN ALLAH

119 Pembaca

MENYEMBELIH UNTUK SELAIN ALLAH

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ١٦٢ لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚوَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ ١٦٣

            Artinya: Katakanlah (muhammad): “Sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah Tuhan semesta alam.” QS: Al-an’am:162-163.

Penjelasan ayat

            Allah subhanahu wata’ala memerintahkan Nabi-Nya muhammad shollallahu ‘laihi wasallam supaya mengabarkan kepada orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah subhanahu wa ta’ala bahwa sholat beliau, sembelihan beliau dan seluruh aktifitas kehidupannya hanya untuk Allah subhanahu wata’ala demikian juga wafatnya beliau yang dalam keadaan beriman dan amalan-amalan sholihnya, seluruhnya murni hanya untuk Allah subhanahu wata’ala bukan untuk selain-Nya. Dan (mengabarkan) bahwa beliau adalah orang yang pertama tunduk dan berserah diri kepada Allah subhanahu wata’ala         .

Mutiara Ayat:

  1. Sholat dan menyembelih binatang adalah termasuk ibadah.
  2. Setiap amal yang di lakukan oleh seorang hamba yang sholih selama hidupnya apabila tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala maka amal-amal itu akan berubah menjadi amal ibadah.
  3. Penentu amal seseorang adalah pada akhir kehidupannya.
  4. Ikhlas adalah syarat diterimanya amal sholih.

Hubungan Ayat dengan Bab

            Ayat ini menunjukkan bahwa menyembelih binatang tidak sah kecuali untuk Allah subhanahu wa ta’ala, jadi menyembelih adalah ibadah dan memalingkan ibadah kepada selain Allah adalah syirik.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢. سورة الكوثر

            Artinya: ”maka dirikanlah sholat karena Robmu dan berkorbanlah.” QS: Al-Kautsar: 2

Penjelasan ayat

            Allah subhanahu wata’ala memerintahkan آabi-Nya shllallahu ‘alaihi wasallam supaya menggabungkan dua macam ibadah itu (ibadah sholat dan ibadah meneyembelih binatang), yang di dalamnya terkandung sifat tunduk, butuh, husnudzon dan taqrrub (mendekatkan diri) kepada-Nya, dan kedua perbuatan itu adalah merupakan ibadah badaniyah dan ibadah maliyah yang paling agung.

Mutiara Ayat:

  1. Wajib mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menegakkan sholat.
  2. Wajib mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menyembelih (berkorban) untuk Allah subhanahu wa ta’ala bukan untuk selainnya.

Hubungan ayat dengan bab

            Ayat ini menunjukkan bahwa mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara menyembelih (kurban) tidak akan sah kecuali niatnya ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala maka menyembelih adalah ibadah dan memalingkan ibadah kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala adalah syirik.

وعن علي رضي الله تعالى عنه قال: ((حدثني رسول الله صلى الله عليه وسلم بأربع كلمات: لعن الله من ذبح لغير الله, لعن الله من لعن والديه, لعن الله من آوى محدثا, لعن الله من غير منار الارض)).

            Artinya: Dari Ali radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam memberitahukan kepadaku empat perkara: semoga Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain-Nya, semoga Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, semoga Allah melaknat orang yang membantu pelaku dosa dan rela dengan pelakunya (atau bid’ah), semoga Allah melaknat orang yang merubah tanda batas tanah.” HR: Muslim.

Penjelasan hadis

            Dalam hadis ini Ali rodhiyallahu ‘anhu mengabarkan kepada kita bahwa ia mendengar Nabi shollallahu ‘alaih wasallam melaknat setiap orang yang bertaqorrub kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan menyembelih binatang yang di tujukan kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala, beliau melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, beliau melaknat orang yang membantu dan rela dengan pelaku dosa dan beliau melaknat orang yang merubah tanda batas tanah untuk mengambil hak orang lain.    

Mutiara Hadis:

  1. Haram menyembelih (berkorban untuk selain Allah subhanahu wa ta’ala).
  2. Haram melaknat ataupun mencela kedua orang tua.
  3. Haram membantu orang yang berbuat dosa dan rela dengan bid’ah.
  4. Haram merobah batas tanah untuk mengambil tanah orang lain.
  5. Boleh melaknat orang fasik dalam bentuk umum.

Hubungan hadis dengan bab

            Hadis ini menunjukkah haramnya menyembelih untuk selain Allah subhanahu wa ta’ala, jadi menyembelih adalah ibadah dan memalingkan ibadah kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala adalah syirik.                       

وعن طارق بن شهاب أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (دخل الجنة رجل في ذباب ودخل النار رجل في ذباب و دخا النار رجل في ذباب قالوا وكيف ذالك يا رسول الله؟ قال: مر رجلان  علي قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئا  فقالوا لأحدهما قرب قال ليس عندي شيئ  أقرب فقالوا له قرب ولو ذبابا فقرب ذبابا فخلوا سبيله فدخل النار وقالوا للآخر: قرب ففقال: ما كنت لأقرب لأحد شيئا دون الله  عز وجل فضربوا عنقه فدخل الجنة).

Dari Thariq bin Syihab: Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada seorang laki-laki masuk syurga karena seekor lalat dan ada seorang laki-laki masuk neraka karena seskor lalat.”

Para sahabat radhiyallahu ‘anhum berkata: “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai rosulallah?”

Beliau bersabda: “Ada dua orang laki-laki melewati satu kaum yang memiliki patung dan tidak ada yang boleh melewati patung itu kecuali setelah berkorban sesuatu untuknya.”

Mereka berkata kepada salah satunya: “Berkorbanlah..!”

Ia menjawab: ”Aku tidak memiliki sesuatu yang bisa di korbankan.”

Mereka berkata:”Berkorbanlah walau seekor lalat.”

Kemudian ia berkorban dengan seekor lalat dan merekapun membiarkannya lewat, (karena perbuatannya itu) ia masuk neraka.

Kemudian mereka berkata kepada orang yang satunya: “Berkorbanlah..!”

Ia berkata: “Aku tidak akan mengorbankan sesuatupun kepada siapapun selain kepada Allah ‘azza wajalla.”

Lalu merekapun menebas tengkuknya (membunuhnya) dan ia masuk surga.

Penjelasan hadis

            Rosulullah shollallahu’alaihi wasallam mengabarkan kepada kita bahwa ada dua orang laki-laki yang sepertinya dari bani israil, keduanya melewati sebuah kaum yang mempunyai patung dan mereka meminta kepada ke dua orang itu (jika ingin lewat) mereka berdua harus berkorban untuk patung yang mereka miliki walaupaun hanya berkurban dengan sesuatu yang sangat sederhana, kemudian salah seorang dari keduanya berkurban seekor lalat, sehingga (dengan sebab kurbannya itu) ia masuk neraka, sementara seorang yang lainnya dengan kekuatan imannya dan kesempurnaan tauhidnya ia tidak mau berkurban apapun untuk berhala itu sehingga mereka membunuhnya dan ia masuk surga.

Mutiara Hadis:

  1. Besarnya (dosa) syirik walaupun (dengan perkara yang) sedikit.
  2. Surga dan neraka telah ada.
  3. Yang paling terpenting adalah amalan hati sampai dalam beribadah kepada berhala.
  4. Dekatnya surga dan neraka bagi manusia.
  5. Bahaya dosa walaupun di anggap dosa kecil.
  6. Penjelasan luasnya ampunan Allah subhanahu wa ta’ala dan kerasnnya siksaan-Nya.
  7. Amal (seseorang) tergantung pada akhir kehidupannya.

Hubungan hadis dengan bab

            Hadis ini menunjukkan haram hukumnya menyembelih untuk selain Allah subhanahu wa ta’ala dalam rangka bertaqorrub dan mengagungkannya, maka menyembelih adalah termasuk ibadah dan memalingkan ibadah kepada selain Allah adalah syirik.

Abu Layla Turahmin, M.H.

Diterjemahkan dari Kitab Al-Jadid Syarah Kitab Tauhid.

Tinggalkan komentar