Metodologi Dakwah

37 Pembaca

Metodologi dakwah dalam surat Asshaf: 9, At-Taubah: 33, Al-Fath:28.

هُوَ ٱلَّذِیۤ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِینِ ٱلۡحَقِّ لِیُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّینِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُونَ

.الصف: 9

هُوَ ٱلَّذِیۤ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِینِ ٱلۡحَقِّ لِیُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّینِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُونَ

التوبة: 33

هُوَ ٱلَّذِیۤ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِینِ ٱلۡحَقِّ لِیُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّینِ كُلِّهِۦۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِیدࣰا

الفتح: 28

Yang mengutus seorang rosul adalah Allah subahanahu wa ta’ala, dan misinya adalah:

  • Membawa hidayah dan dinul haq
  • Memenangkan agama.
  • Tantangannya adalah orang-orang musyrik maka bersabar atas gangguan dalam dakwah.
  1. Sebagai da’i hendaknya menjadi qudwah (panutan) yang baik.
  2. Seorang da’i hendaknya memiliki sifat seperti sifat-sifat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diantaranya adalah merasa berat atas derita orang lain; sehingga ia benar-benar menyayangi mad’u (orang yang didakwahi).

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

.التوبة: 128

“Sungguh benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan bersikap penyantun dan penyayang terhadang orang-orang mukmin. QS: At-Taubah: 128.

Dan diantara sifat seorang dai adalah harisun ‘alaikum, semangat dalam menyeru kaum muslimin kepada kebenaran.

Target dakwah: menyampaikan misi melalui pesantren, khutbah jum’at, dll, dan hasilnya diserahkan kepada Allah ta’ala.

Ada dua hal yang hendaknya dimiliki para dai:

Hendaknya seorang da’i berlapang dada dan tetap menyeru walaupun sedikit pengikutnya. Seperti do’a Nabi Musa ‘alaihissalam  beliau meminta kelapangan hati:

.قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي. طه:25

Dia Musa berkata: “Wahai Tuhan-Ku lapangkanlah dadaku”. QS: Thoha:25.

Hendaknya para da’i saling berta’awun dalam berdakwah, jangan hanya berjalan sendiri-sendiri.

Abu Layla Turahmin.

22 februari 2022

Tinggalkan komentar