PERKARA-PERKARA YANG DIHARAMKAN

63 Pembaca

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا ومِنْ َسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. قال الله تعالى في القرآم الكريم

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً.

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٍ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٍ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِيْ النَّارِ.

‘Ibadallah… jama’ah jum’at rohimani wa rohimakumulahu jami’an…

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah melimpahkan kenikmatan-kenikmatan-Nya kepada kita semua, terutama nikmat iman dan nikmat islam, dua buah nikmat yang sangat agung yang dianugerahkan Allah kepada kita semua, dua nikmat yang tidak diberikan kecuali hanya kepada orang-orang yang dicintainya.

Oleh karena itu marilah kita benar-benar bersyukur kepada Allah dan kita jaga nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya, dua buah nikmat yang terbesar yang tidak boleh ditukar dengan apapun sampai kita menghadap Allah subhanahu wa ta’ala.

Jama’ah jum’at rohimani wa rohimakumullahu jami’an…

Pada kesempatan khutbah jum’at ini saya selaku khotib ingin mengingatkan kepada diri saya sendiri dan kepada jama’ah sekalian agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Allah berfirman:

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ

Artinya: Berbekallah kalian semua (dengan bekal takwa) karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketakwaan. (QS: Al-Baqoroh:197).

Kemudian sholawat dan salam kita panjatkan kepada baginda nabi kita, nabi muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Jama’ah jum’at rohimani wa rohimakumullahu jami’an…

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al-Qur’an,


قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (الأنعام:151)

Artinya:” Katakanlah (wahai muhammad): “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). (Qs:Al-An’am:151).

Penjelasan ayat

Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kepada Nabi-Nya muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam supaya mengajak para penentang dakwah untuk mendengarkan dengan baik apa yang akan beliau sampaikan secara rinci berupa tulisan-tulisan yang berkaitan dengan dakwah ini dan kaidah-kaidah yang yang tsabit dan mulia, beliau shollallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan sebagiannya di dalam ayat ini dan (ayat-ayat) setelahnya.

Karena kesyirikan itu bisa menghapuskan semua amal sholih, maka Allah menyebutkan hak-hak tersebut yang diawali dengan memperingatkan dari perbuatan syirik, kemudian perintah berbakti kepada kedua orang tua,dan melarang membunuh anak keturunan karena membunuh keturunan adalah merupakan kebodohan seseorang dan bisa memunahkan keberlangsungan generasinya dan bisa menghilangkan rasa kasih sayang.

Maka Allah subahanahu wata’ala menyebutkan penyebab utama seseorang membunuk anaknya pada masa jahiliyah adalah karena takut miskin.

Selain itu membunuh jiwa tanpa alasan yang benar adalah haram apapun alasannya, karena sebab utama seseorang membunuh anaknya adalah rasa takut miskan maka Allah subahanahu wata’ala (menyebutkan) bahwa Dialah yang akan menjamin rizki mereka dan rizki anak-anaknya sekaligus, kemudian Allah subhanahu wata’ala melarang semua jenis perbuatan maksiat yang bisa di lihat oleh orang lain maupun perbuatan maksiat yang tersembunyi.

Di sebabkan karena membunuh jiwa tanpa hak itu bisa merusak tatanan masyarakat dan bisa menimbulkan kekacauan, kerusakan, tuntutan pembalasan dan balas dendam maka Allah subhanahu wata’ala mengkhususkan larangan tersebut setelah menyebutkan larangan perbuatan keji secara global, kemudian Allah subhanahu wata’ala menyebutkan arangan tersebut dengan menggunakan lafadz wasiat agar kita mau memikirkan dan mengamalkannya.

Fawaid:

  • Syirik adalah dosa paling besar dan tidak akan benar (diterima) sebuah amalan jika di sertai dengan syirik.
  • Wajib berbakti kepada kedua orang tua.
  • Haram hukumnya membunuh anak-anak dan termasuk membunuhnya adalah menggugurkan kandungan ketika usia kandungan itu telah mencapai usia empat puluh hari sejak masa awal kehamilan.
  • Allah subhanahu wata’ala yang menjamin rizki semua makhluk-Nya.
  • Membatasi kehamilan karena takut miskin adalah termasuk perbuatan jahiliyah.
  • Haramnya perbuatan keji dan apa saja yang bisa menyebabkan perbuatan keji itu.
  • Haram membunuh jiwa yang di haramkan Allah kecuali dengan alasan yang benar.
  • Allah subahanahu wata’ala tidak merinci maksud al-hak (alasan yang benar untuk membunuh seseorang) di dalam ayat ini, dan nabi shollallahu ‘alaihi wasallam telah menyebutkan sesuatu yang termasuk dari al-hak itu (alasan yang di benarkan untuk membunuh seseorang ) dalam hadis shohih diantaranya perbuatan zina setelah menikah, kafir setelah beriman dan orang yang membunuh orang lain tanpa hak.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم بما فيه من الآيات وذكر الحكيم.

أقول قولي هذا أستغفرالله لي ولكم ولسائر المسلمين إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ayat ini menunjukkan haramnya perbuatan syirik dan segala macam jenisnya serta perbuatan-perbuatan maksiat lainnya, seperti durhaka kepada orang tua, membunuh anak-anak karena takut miskin dan membunuh orang tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at, semoga kita dijauhkan dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Amin.

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Abu Layla Turahmin, M.H.

Kamis, 05 juli 2023

Tinggalkan komentar